Kamis, 05 Maret 2009

Ketika Asuransi Telah Menjadi Sebuah Kebutuhan

Dewasa ini kita telah bersama-sama menyaksikan berbagai kejadian-kejadian tak terduga yang terjadi pada awal tahun 2004 samapi sekarang. Mulai dari musibah Tsunami di Aceh, rentetan kecelakaan Arus mudik dan arus balik yang tidak sedikit memakan korban jiwa, kemudian kecelakaan pesawat di sekitar Bandara Polonia di medan, hilangnya pesawat di Majene, tenggelamnya kapal di perairan jepara, dan lain-lain. Manusia memang tidak dapat menebak kejadian yang akan terjadi, peristiwa atau bahkan musibah yang akan menimpa kita. Namun alangkah cermatnya ketika melakukan persiapan dini dalam menghadapi kejadian tak terduga yang suatu saat akan menimpa kita semua.

Dalam kehidupan sehari-hari, ketika pasangan muda suami istri mulai mempunyai buah hati, maka kebutuhan hidup keluarga pun akan membengkak, mulai dari biaya perbaikan rumah tinggal, konsumsi rumah tangga, kemudian ketika anak memasuki usia sekolah maka pengeluaran akan bertambah. Dan kebutuhan biaya akan semakin meningkat seiring kelahiaran anak berikutnya.

Guna menyikapi hal ini, alangkah bijaknya jika kita sebagai orang tua menyiapkan berbagai persiapan antisipatif. Salah satunya adalah dengan ketersediaan tabungan untuk kebutuhan biaya pendidikan, tabungan keluarga, tabungan cadangan untuk biaya harian yang tak terduga. Hal ini mutlak dipersiapkan kita sebagai orang tua sebagai langkah pencegahan dini.

Alternatif lain yang dapat kita ambil adalah dengan mengikuti program Asuransi yang banyak ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan asuransi. Kita dapat mendaftarkan putra-putri kita mengikuti Asuransi Pendidikan yang manfaatnya tampak nyata, yaitu dikarenakan pada tiap jenjang pendidikan, putra-putri kita akan mendapatkan beasiswa. Tentu saja sebagai orang tua kita tidak akan kelabakan menyiapkan dana sekolah karena sudah disiapkan secara terprogram oleh perusahaan asuransi. Kemudian sebagai orang tua kita bergabung dengan program asuransi untuk hari tua, mulai dari asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Terdapat kesalahpahaman mengenai produk asuransi jiwa, kebanyakan masyarakat kita mengatakan dengan ungkapan-ungkapan “masak usia kita digadaikan?” atau dengan ungkapan “masak nyawa dijadikan taruhan?”. Kita ketahui bersama bahwa hal yang sudah digariskan Tuhan pasti akan terjadi, dan tiap manusia akan mendapat “paket” sendiri-sendiri, sesuai dengan takdir Tuhan. Dan hal ini bersifat PASTI !! manusia tidak dapat menghindar. Hal yang dapat kita lakukan adalah mempersiapkan atau mengantisipasi peristiwa-peristiwa tersebut dengan upaya-upaya yang bermanfaat bagi kita dan keluarga. Apakah kita tega menyaksikan keluarga kita terlantar tanpa penghidupan ketika kita telah tiada?? Tentu tidak kan!! Kita justru mendapat dosa ketika menelantarkan anak dan istri kita. Maka langkah yang patut kita ambil adalah dengan mempersiapkan diri secara dini, dan salah satunya adalah dengan mengikuti program asuransi jiwa.

Semoga dengan tulisan singkat ini, kita dapat lebih memahami manfaat asuransi bagi kehidupan kita. Lalu, kenapa kita harus menunggu agen-agen asuransi mendatangi rumah kita? Mari kita datang ke kantor atau perusahaan asuransi untuk berkonsultasi dan kita akan mendapatkan langkah-langkah apa yang seharusnya kita ambil. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar: