Kita patut bangga dan bersyukur menjadi warga negara Indonesia, Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah dan kemajemukan budaya daerah dan kerukunan kehidupan beragama yang terjaga baik. Bahkan dunia internasional telah mengakui eksistensi Indonesia sebagai negara paling demokratis di dunia, tak heran Indonesia telah menjadi kiblatnya kehidupan berdemokrasi yang sesungguhnya.
Sebentar lagi Indonesia akan menggelar pesta demokrasi, seluruh rakyat Indonesia akan menentukan masa depan negara ini. Menurut saya, masyarakat kita telah dewasa dalam menyikapi kehidupan politik negara ini, masyarakat kita sudah bosan dengan berbagai janji-janji murahan para politisi kita. Masyarakat saat ini hanya menginginkan tindakan nyata dari para politisi untuk merespon keadaan yang sedang terjadi di masyarakat.
Namun ada yang berbeda dengan akhir-akhir ini, media kita dihiasi dengan berbagai ragam iklan politik untuk memamerkan kekuatan dan keunggulan masing-masing partai ataupun figur calon presiden diberbagai media. Mulai dari spanduk, pamflet-pamflet, radio dan telivisi telah menjadi sarana empuk bagi Caleg dan Capres dari berbagai partai peserta pemilu untuk mempromosikan diri. Beragam slogan disampaikan, seolah kita ini sudah hafal apa yang akan mereka sampaikan karena setiap hari kita mendengarnya.
Sebuah fenomena yang kadang menjadi anomali bagi kita semua. Ketika masyarakat kita menginginkan tindakan nyata dari para politisi, masyarakat kita justru disuguhi dengan janji-janji muluk dari politisi kita. Bahkan lewat iklan politik di televisi tak jarang terjadi saling ejek dan saling serang dalam iklan politik yang mereka buat. Bagi mereka biaya miliaran rupiah yang dikeluarkan untuk membuat iklan tak seberapa, bagi mereka yang terpenting adalah menampilkan pesan politik semanarik mungkin untuk memperoleh simpati masyarakat.
Semoga kita sebagai masyarakat tidak dengan mudah termakan angin surga yang ditawarkan para politisi kita. Jangan mudah tertipu dengan kemasan-kemasan menarik saja, namun mari kita tanyakan kembali ke hati nurani kita masing-masing, karena pilihan kita sangat menentukan langkah masa depan bangsa ini. Tentu kita berharap bangsa ini menjadi lebih baik dalam segala bidang kehidupan. Semoga !!
1 komentar:
CAPRES DAN CAWAPRES MULAI SALING SERANG
Hardikan, kecaman, hinaan mulai dilakukan para capres dan cawapres. Tim sukses pun tak mau ketinggalan, mulai melancarkan aksi balasan.
Mendengar kata demi kata aksi tersebut, hati serasa miris jadinya. mereka saling memburukkan, membingungkan saling serang mempertontonkan pola kampanye yang tidak sehat.
Sempitnya fikiran tim sukses pemenangan capres dan cawapres tentang strategi dan karakter calon yang diusung semakin terlihat jelas. Mereka tidak menjelaskan kepada publik apa visi dan misi capres dan cawapresnya. Yang terjadi saling serang, saling memburukkan, debat kusir. Semua yang dilakukan justru akan semakin memperparah keadaan.
Dalam mata khayal, terbayang bagaimana jika budaya saling menyerang ini berimbas ke tingkat bawah. Semua bisa menimbulkan gesekan antar simpatisan calon. Yang kalah akan terjajah, marah, sehingga menimbulkan tawuran antar pendukung.
Posting Komentar